The greatest WordPress.com site in all the land!

PELAUT TANGGUH

Gambar

TAK ADA PELAUT TANGGUH TANPA BADAI DAN TOPAN

Dunia sekolah adalah lautan luas yang harus diarungi. Setiap peserta didik dan orang tua atau walinya adalah para nahkoda yang memegang kemudi kapal. Jika tidak berani pada badai, jangan berumah di pantai. Jika tak punya semangat mencari ilmu jangan pernah berguru.

Kita tahu benar sudah seperti apa kondisi persekolahan kita hari ini. Sekolah  bukan lagi tempat belajar yang ideal, tentulah tidak terjadi perjungkirbalikkan akal dan nurani seperti yang terjadi hari ini di nyaris semua sendi masyarakat, termasuk sistem pendidikan yang lebih mengutamakan bentuk dariapada esensi.

TIDAK BOLEH TIDAK BELAJAR

Apa buktinya? Salah satu bukti paling khas adalah biaya sekolah yang tidak terjangkau untuk yang berekonomi pas-pasan. Makin mau sekolah bagus (kognisi ansich) maka harus ada uang banyak sekali. Orang sederhana, orang miskin, silahkan saja masuk sekolah asal-asalan. Aduh!

Ini dosa siapa ini? Siapa yang harus bertanggung jawab kepada Alloh nanti? Padahal Allah memberi setiap bayi yang lahir ke bumi 100 miliar neuron yang sama di otak, tidak peduli miskin atau kaya, anak suku darat atau alaut, dari semua bangsa. Semua sama. Kalau begitu, salah pemimpin yang berkuasa dong, jika ada kelahiran anak di negerinya, tersia-sia otaknya hanya tidak ada sistem peradaban yang menunjang lahirnya bintang-bintang cemerlang yang berotak rimbun.

Yang didkatan otak rimbun itu adalah jika banyak terjadi persambungan neuron dengan neuron. Apa pula yang menyebabkan neuron itu bersambungan? Dua kata yang selalu diulang dan diulang oleh para pecinta kehidupan: kasih sayang. Siapa pula yang palingberjasa mengalirkan kasih sayang?Yang pertama, tentu orang tua. Yang kedua yang kita sebut sekolah, dimana guru-guru menjadi orang tua kedua. Ketiga, lingkungan. Itu baku. Tapi, dari ketiga penggung jawab distributor kasih sayang itu tidak datu lagi yang tersisa. Nyaris tak bisa diharapkan.

Orang tua sibuk dan tidak berpengetahuan tentang pengasuhan. Sekolah dikejar angka, uang dan bukan tempat yang menyenangkan. Karena tak ada kebahagiaan dalam belajar sebagaimana otak meminta fitrahnya: baru mau belajar kalau ada rasa senang.

Lingkungan? Jangan tanya. Kita sudah tahu angka kegagalan murid belajar di kelas 3 sekolah dasar. Kita tahu betapa menjamurnya warnet bak warung remang-remang yang memberikan peluang kepada konsumen membuka akses pornografi dengan bebas. Kita tahu bagaimana para guru tidak lagi menjadi digugu dan ditiru. Banyak lagi.

Kalau begitu, apa obat semua keadaan ini?

Yang tidak mempunyai uang untuk sekolah…yang punya uang tetapi anak tak punya motivasi…yang ingin sekolah tapi tak ada fasilitas sama sekali… semua bersumber pada satu hal, betapa salahnya kita memandang ilmu selama ini. Kita digiring untuk percaya bahwa hanya dengan sekolahlah kita sukses dan bisa punya pekerjaan bisa diraih. Ini HANTU!

Siapa bilang sekolah harus? Tidak lagi! Tidak bisa sekolah tidak apa. Tidak punya biaya jangan jadi masalah. Yang tidak boleh adalah TIDAK BELAJAR. Inilah kunci yang harus kita sebar luaskan. Sampaikan pada semua orang, semua keluarga, semua orang tua…Biar saja anak kita belum bisa sekolah formal. Tiadak apa. Tapi sejak bangun tidurnya sampai tidurnya kembali adalah belajar. Belajar tidak identik dengan buku. Belajar tidak identik dengan ruang dan apa lagi fasilitas baku. Tidak!

Jala untuk anak nelayan adalah perahu. Langit, awan dan bintang adalah kurikulum semestanya. Badai dan topan adalah kendala ketiadaan biaya. Bagaimana pandainya nahkoda, ketika badai topan menerjang adalah pelajaran alam. Alam yang terkembang jadi guru melebihi dinding-dinding beku batu bangunan sekolah yang ingin dituju.

Dalam dunia kesetaraan hari ini, kita telah amat berbesar hati. Ada kepahaman di sana. Boleh ada kelonggaran di sana. Ada pertolongan di sana.

ALAM SEBAGAI ‘BUKU’

Mainlah ke “sekolah” Permata Hati di Tambun Selatan Bekasi, misalnya…di sana ada syurga yang menjanjikan. Bukan sekolah tapi tempat belajar. Di sana. setiap anak ditempa menjadi pelaut tangguh yang kenal dengan badai dan topan. Menjadi ahli dalam kehidupan. Alam terkembang adalah GURU YANG MENYENANGKAN…..So…sekali lagi soal sekolah..boleh ada boleh tidak, tapi soal belajar…tak boleh tidak…()

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: